Minggu, 14 Juli 2019

Selamat datang tahun ajaran baru

     Mengawali tahun ajaran baru ini kita semua harus tetap semangat untuk menjalani rutinitas dan aktivitas yang akan segera dilaksanakan. Pada tahun pelajaran 2019/2020 ini semoga segala hal-hal yang dicita-citakan segera tercapai, siswa-siswi sekolah/madrasah dapat mengikuti kegiatan dan pelajaran dengan baik, guru-guru dan tenaga Kependidikan dapat menjalankan amanat pekerjaan sesuai dengan ketentuan, wali murid dapat memperjuangkan anak-anaknya agar mampu mendapatkan pendidikan yang layak, dan sebagainya.

     Tahun ajaran baru sangat identik dengan siswa baru, ya memang. Siswa baru/ peserta didik baru tidak dapat dipisahkan dengan tahun ajaran baru. Setiap datangnya tahun ajaran baru pasti juga akan yang namanya siswa baru/ peserta didik baru. Para siswa baru yang telah mendaftar ke sekolah/madrasah pada masa penerimaan peserta didik baru (PPDB), akan berangkat ke sekolah/madrasah untuk masa orientasi peserta didik (MOPDIK), masa orientasi sekolah (MOS), masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), atau juga ada yang menamainya dengan masa ta'aruf siswa madrasah (MATSAMA).
     Pada masa orientasi peserta didik baru tersebut, siswa-siswi baru akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru-guru sekolah, aktivitas dan kegiatan sekolah, perkembangan sekolah, dan sebagainya. Pada jenjang SMP atau SMA, setelah masa orientasi tersebut, biasanya akan diadakan kegiatan kemah bakti osis, yaitu kegiatan perkemahan yang diselenggarakan di lingkungan sekolah atau mungkin di luar sekolah untuk jangka waktu tertentu. Setelah melalui masa orientasi peserta didik baru dan kegiatan kemah bakti osis, peserta didik baru harus siap untuk segera menjalani kegiatan belajar mengajar, begitu juga dengan guru-guru dan tenaga kependidikan.
     Pada tahun pelajaran 2019/2020 ini, semoga segalanya dapat lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya, peserta didik sekolah/madrasah dapat menerima pelajaran dengan baik dan benar serta mampu menjalani segala kegiatan dan aktivitasnya, para bapak dan ibu guru dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak didiknya, para tenaga Kependidikan lainnya dapat membantu kinerja guru-guru dalam mengembangkan efektivitas sekolah/madrasah, dan para orangtua murid dapat membina serta mengawal anak-anaknya untuk termotivasi ataupun terpacu agar semangat dalam menempuh pendidikan. (Muhammad Izzuddin)

Kamis, 06 Desember 2018

Analisis Data Dengan SPSS



            SPSS adalah singkatan dari Statistic Program of Social Science, yaitu sebuah program komputer yang didesain untuk mengolah data agar dapat dianalisis setelah data tersebut diakumulasikan secara terperinci. Berikut contoh data yang akan dianalisis dengan SPSS:

Gambar 1. Contoh Data Yang Akan Dianalisis

Setelah data tersebut diinputkan ke dalam program SPSS, maka akan keluar Bar Chart atau grafik secara diagram dari olahan data tersebut.

Gambar 2. Diagram Dari Data Yang Telah Diinput

            Setelah data diinputkan serta diagram grafik juga telah terlihat, maka data tersebut dapat diolah secara lebih terperinci lagi dengan pengklasifikasian atau pengelompokan data.
Output data :

Case Processing Summary

Cases

Valid
Missing
Total

N
Percent
N
Percent
N
Percent
Jabatan * Pendidikan
10
100.0%
0
.0%
10
100.0%
Tabel 1. Prosentase Data Yang Diinput

                  Dari hasil output diatas didapatkan bahwa data tersebut memiliki jumlah data sebanyak 10 dengan prosentase 100%.

Jabatan * Pendidikan Crosstabulation




Pendidikan
Total



S1
S2
S3
Jabatan
Pimpinan
Count
0
0
1
1
% within Jabatan
.0%
.0%
100.0%
100.0%
% within Pendidikan
.0%
.0%
100.0%
10.0%
% of Total
.0%
.0%
10.0%
10.0%
Kabag
Count
0
2
0
2
% within Jabatan
.0%
100.0%
.0%
100.0%
% within Pendidikan
.0%
100.0%
.0%
20.0%
% of Total
.0%
20.0%
.0%
20.0%
Staf
Count
7
0
0
7
% within Jabatan
100.0%
.0%
.0%
100.0%
% within Pendidikan
100.0%
.0%
.0%
70.0%
% of Total
70.0%
.0%
.0%
70.0%
Total
Count
7
2
1
10
% within Jabatan
70.0%
20.0%
10.0%
100.0%
% within Pendidikan
100.0%
100.0%
100.0%
100.0%
% of Total
70.0%
20.0%
10.0%
100.0%













   












Tabel 2. Pengelompokan Data Yang Diinput

 Hasil Analisis:

Berdasarkan hasil output diatas yang memiliki jabatan Pimpinan dengan Pendidikan S3 total adalah 1, dengan prosentase jabatan 100%, prosentasi pendidikan 100%, dengan total prosentase 10%.

Sedangkan yang memiliki jabatan Kabag dengan Pendidikan S2 total adalah 2, dengan prosentase jabatan 100%, Prosentase Pendidikan 100%,  dengan total prosentasenya adalah 20%.

Serta yang memiliki jabatan Staf dengan pendidikan S1 total adalah 7, dengan prosentase jabatan 100%, prosentasi pendidikan 100%, dengan total prosentase 70%.

Jadi dari 10 data yang valid didapatkan yang berpendidikan S1 total adalah 7, dengan prosentase jabatan 70%, prosentase pendidikan 100%, total prosentasenya adalah 70%.

dan yang berpendidikan S2 total adalah 2 dengan prosentase jabatan 20%, prosentase pendidikan 100%, total prosentasenya adalah 20%.

Serta yang berpendidikan S3 total adalah 1, dengan prosentase jabatan 10%, prosentase pendidikan 100%, total prosentasenya adalah 10%,
 
- Muhammad Izzuddin -

Infrastruktur AI Berdaulat di Indonesia yang dikembangkan oleh Indosat dan NVIDIA

www.masizz41.blogspot.com Kamis, 29 Februari 2024 Dalam perkembangan Artificial Inteligence (AI) pada skala global, Indosat Ooredoo Hutchi...