Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Agustus 2018

Makalah Manusia Dan Lingkungan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Membahas tentang manusia berarti membahas tentang kehidupan sosial dan budayanya, tentang tatanan nilai-nilai, peradaban, kebudayaan, lingkungan, sumber alam, dan segala aspek yang menyangkut manusia dan lingkungannya secara menyeluruh.
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan ,perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positis maupun negatif.
manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia)sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil. dan sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

1.2. TUJUAN

·         Memahami  Pendalaman Mengenai  Pengertian Manusia
·         Mengetahui Kondisi Lingkungan Yang Kondusif  Bagi Manusia
·         Memberikan Gambaran Hubungan Manusia Dengan Lingkungannya
·         Mencegah Dampak-Dampak Negatif Dari Pengaruh Manusia Pada Lingkungannya
·         Menganalisis Sumber Alam  Terkait Sebagai Kebutuhan Manusia Dan Mengklarifikasinya



BAB II
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A.     PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN

1.      Pengertian manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam,mengalami kelahiran,pertumbuhan ,perkembangan ,dan mati ,dan seterusnya,serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif maupun negative.
2.      Pengertian lingkungan.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya,dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balikdengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya,terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan rill.

B.      KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN

1.      Pengertian ekologi.
Ekologi terdiri atas rumah tangga,dan logos yang berarti firman atau ilmu.jadi secara harfiah ekologi adalah ilmu kerumah tanggaan.ilmu ini mirip dengan ekonomi.
Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi,misalnya:
Ø  Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusiadengan lingkungannya.
Ø  Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan makhluk hidup.
Ø  Ekologi ialah Biologi Lingkungan.
Bertolak dari definisi”Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya”maka kita dapat mengambil sudut pandang ekologi untuk membahas kajian manusia dan lingkungan dengan sokong oleh segi kepentingan manusia ,yaitu oleh manusia untuk manusia.

2.      Lingkungan hidup manusia.

              Manusia hidup,tumbuh,dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial-budayanya.Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosisten yakni,suatu unit atu satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam ekosisten terdapat komponen abiotik pada umumnya merupakan factor lingkungan yang mempengaruhi makhluk-makhluk hidup diantaranya:
Ø  Tanah.
Ø  Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer.
Ø  Air.
Ø  Cahaya .
Ø  Suhu atau temperature.
Sedangkan komponen biotic di antaranya adalah:
Ø  Produsen.
Ø  Konsumen.
Ø  Pengurai .
Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktori berikut ini:
Ø  Rantai makanan.
Ø  Habitat .
Ø  Populasi.
Ø  Komunikasi.
Ø  Biosfer .


C.      PENGARUH MANUSIA PADA ALAM LINGKUNGAN HIDUPNYA

       Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya.
Komunitas biologis di tempat mereka hidup.perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota,di bandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit dan primitif.
      Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun negative.berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut,dan berpengaruh tidak baik karena dapat dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.



D.     SUMBER ALAM
Sumber alam dapat di golongkan ke dalam dua bagian yakni:
Ø  Sumber alam yang dapat di perbaharui(renewable resources)atau di sebut pula sumber-sumber alam biotik.yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua makhluk hidup,hutan,hewan-hewan ,dan tumbuhan-tumbuhan.
Ø  Sumber alam yang tidak di perbaharui(nonrenewable resources) atau di sebut pula sebagai golongan sumber alam biotik.yang tergolong ke dalam sumber abiotik adalah tanah,air,bahan-bahan galian,mineral,dan bahan-bahan tambang lainnya.

Sumber alam biotik mempunyai kemampuan diri atau bertambah,misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora,dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. Oleh karena itu sumber daya alam tersebut di katakan sebagai sumber daya alam yang masih dapat di perbaharui.lain halnya dengan sumber daya alam abiotik yang tidak dapat memperbahrui dirinya .Bila sumber minyak,batu bara atau bahan-bahan lainnya telah habis di gunakan manusia,maka habislah bahan-bahan tambang tersebut.
         Sumber alam biotik  dapat  terus di gunakan atau di manfa’atkan oleh manusia,bila manusia menggunakannya secara bijaksana dalam penggunaan berarti memerhatikan siklus hidup sumber alam tersebut,dan  di usahakan jangan sampai sumber alam itu musnah.Sebab, sekali suatu  jenis species di bumi musnah,jangan berharap bahwa jenis tersebut dapat muncul kembali.seyogianya manusia menggunakan baik sumber daya biotik dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab.
1.      Penggunaan sumber-sumber Alam
Manusia memandang alam lingkungannya dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan.Manusia bergulat dan bersaing dengan species lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar di bandingkan organisme lainnya,terutama pada penggunaan sumber-sumber alamnya.
Berbagai cara telah di lakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah,air,fauna,flora,bahan-bahan galian,dan sebagainya.

a.      Pertanian dan tanah
b.      Hutan
c.       Air
d.      Bahan tambang

E.      PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG TIMBUL
1.      Masalah erosi dan banjir.
2.      Pencemaran lingkungan
a.      Pencemaran tanah
b.      Pencemaran air
c.       Pencemaran udara
d.      Pencemaran suara
3.      Kehutanan
Usaha-usahayang di lakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi hutan antara lain:
1.      Melarang penebangan kayu tanpa ijin pemerintah(Departemen kehutanaan).
2.      Mencabut ijin perusahaan HPH yang melanggar peraturan.
3.      Menebang hutan secara selektif,
4.      Melakukan peremajaan tanaman.
5.      Melakukan rehabilitasi dan reboisasi areal hutan yang rusak,dan
6.      Melakukan penanaman di lahan keritis.

F.       IPTEK DAN KELESTARIAN HIDUP

1.      Pandangan baru terhadap lingkungan.
Masalah lingkungan hidup sebenarnya bukan permasalahan yang baru.kerusakan lingkungan oleh aktivitas manusia yang makin meningkat,antara lain tercemarnya lingkungan oleh pestisida serta lembah industri dan transportasi,rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langka,serta menurunnya nilai estetika alam,merupakan beberapa masalah lingkungan hidup.
Pada tahun 1970-an,masalah lingkungan hidup makin meluas.hal ini berkaitan dengan meningkatnya atmosfer  bumi sebagai akibat tidak terkendali nya efek rumah kaca.pemanasan gelobal pada tiga dekade akhir abad ke-20 telah menimbulkan:
a.      Peningkatan suhu,
b.      Perubahan iklim terutama curah hujan,
c.       Peningkatan intensitas dan kualitas badai,
d.      Kenaikan suhu serta permukaan air laut.

                Hal tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah di dunia sering mengalami bencana.sementara itu,air hujan semkain asam sehingga merusak lahan pertanian,hutan dan biota lainnya.
                Pada saat yang sama,para ahli menemukan lapisan ozon di sekitar antatika.Lubang tersebut semakin besar dari tahun ke tahun,sehingga sinar ultra violet yang berbahaya bagi kehidupan makhluk di bumi semakin banyak masuk ke treposter.




2.      Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan Teknologi,serta perubahan Sosial Ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup

Manusia menciptakan teknologi dengan maksud agar hidupnya lebih mudah,praktis ,efisien dan tidak banyak mengalami kesulitan .namun ,tidak jarang.Iptek justru menimbulkan masalah serius bagi kehidupan manusia.para petani mungkin sangat terbantu dengan kemajuan teknologi seperti traktor,alat penyemprot dan penyiram tanaman,dan berbagi jenis pastisida yang cukup ampuh untuk memberantas hama.namun di sisi lain penggunaan pastisida yang berlebihan  juga menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup suatu ekosistem.jadi,jelas bahwa perkembangan dan penerapan Iptek tidak selalu membawa dampak positif,namun juga dampak negative.




BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


3.1  Kesimpulan

Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya .

Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.

Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.



3.2  Saran
Manusia perlu mengambil kebijakan-kebijakan  terhadap lingkungan sebagai usaha untuk memperoleh  efisiensi  pemanfaatan sumber alam dan lingkungan. Kita sebagai manusia wajib menyadari  bahwa kita saling terkait dengan lingkungan yang mengitari kita.
Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut  akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.


Makalah Tentang Manusia Dan Tanggung Jawab


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah swt karena berkat rahmat dan kasih-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu kami yang telah membimbing kami dengan cukup baik.
Pada makalah kami ini kami akan membahas tentang manusia dan tanggung jawab, karena manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk bertanggung jawab. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus.
Dan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua, dan agar mahasiswa dapat memahami tentang manusia yang bertanggung jawab.

Pekalongan, 19 April 2012





  Penulis


DAFTAR ISI :
Sampul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
1. Manusia dan tanggung jawab
1.1 Pengertian tanggung jawab
1.2 Macam-macam tanggung jawab
a). Tanggung jawab terhadap diri sendiri
b). Tanggung jawab terhadap keluarga
c). Tanggung jawab terhadap masyarakat
d). Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara
e). Tanggung jawab terhadap tuhan
1.3 Hak dan kewajiban
a). Pengertian Hak
b). Hak-hak asasi
c). Hak dan kekuasaan
d). Pengertian kewajiban
e). Macam-macam kewajiban manusi
f). Kewajiban sebagai tanggung jawab
1.4 Pengertian tentang pengorbanan
BAB III KESIMPULAN
Daftar pustaka


BAB I
PENDAHULUAN
Manusia di dalam hidupnya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial. Di mana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab, mempunyai hak dan kewajiiban, dituntut pengabdian dan pengorbanan.
Tanggung jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab.

Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda. Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: “Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu”. Berdasarkan itulah kami membuat dan menyusun makalah ini Kami selaku penulis mohon maaf jika ada pembahasan yang kurang tepat dan menyimpang, karena kami masih dalam proses belajar.  Selamat membaca.

BAB II
PEMBAHASAN

1.         Manusia Dan Tanggung Jawab.
1.1 Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab juga membentuk hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang.
Sedangkan menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban (keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya.
Dengan demikian kalau terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung segala sesuatunya. Oleh karena itu manusia yang bertanggung jawab adalah manisia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwa tindakannya itu baik dalam arti menurut norma umum, sebab baik menurut seseorang belum tentu baik menurut pendapat orang lain.
Dengan kata lain, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

1.2 Macam-Macam Tanggung Jawab

 a). Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
Manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.
Contoh:
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.

 b). Tanggung jawab terhadap keluarga.
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh:
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

 c). Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.

 d). Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak.

bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan kepada negara.
Contoh:
Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

 e). Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.

Contoh:
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.

1.3 Hak dan Kewajiban
 a). pengertian hak
Menurut Austin Fagothey, hak adalah wewenang moral untuk mengerjakan, meninggalkan, memiliki, mempergunakan atau menuntut sesuatu.
Hak merupakan panggilan kepada kemauan orang lain dengan perantaraan akalnya, perlawanan dengan kekuasaan atau keuatan fisik.

Adanya hak adalah karena kewajiban kita mencapai tujuan akhir dengan hidup sesuai dengan hukum moral. Untuk menjalankan kewajiban tersebut diperlukan adanya kebebasan manusia untuk memilih alat-alat yang dibutuhkannya dengan tidak mendapat rintangan dari orang lain. Dengan demikian manusia harus mempunyai hak-hak.

 b). hak-hak asasi (hak-hak alam)
Dengan adanya hukum alam diletakkan kewajiban-kewajiban, oleh karena itu manusia harus mempunyai kekuasaan moral untuk memenuhinya dan untuk mencegah orang lain yang hendak menghalang-halangi pelaksanaannya.

            ciri pokok hakikat HAM yaitu:
HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).

 c). Hak dan kekuasaan
Jika bidang hak dipisahkan dari bidang moral, maka hak hanya dapat berpegang pada kekuasaan fisik. Dengan demikian kekuasaan fisik juga disamakan dengan hak. Tetapi hak dan kekuasaan itu tidak sama, karena dapat dipisahkan. Juga wewenang moral belum merupakan kekuasaan fisik. Justru hak adalah pelindung tentang kekuasaan yang sewenang-wenang.

 Hak-hak yuridis merupakan hak penuntutan. Hak-hak yuridis berhubungan dengan benda-benda atau perbuatan-perbuatan lahiriah dan berasal dari keadilan pertukaran atau keadilan hukum.

d). Pengertian kewajiban
Kewajiban dalam arti subyektif adalah keharusan moral untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya. Kewajiban dalam arti obyektif adalah sesuatu yang harus dilakukan atau ditinggalkan. Hak dibatasi oleh kewajiban, tidak ada hak tanpa kewajiban dan takk ada kewajiban tanpa hak.

 e). Macam-macam kewajiban manusia
1.Kewajiban terhadap Tuhan
2.Kewajiban terhadap hidup sendiri(individu)
3.Kewajiban terhadap masyarakat

 f). Kewajiban Sebagai Tanggung Jawab
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak, namun dapat juga tidak mengacu kepada hak. Maka tanggung jawab manusia dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya. Setiap keadaan hidup menentukan kewajiban tertentu. Status dan peranan juga  menentukan kewajiban seseorang.

Ada dua bagian atau dua kewajiban yang berbeda, yang pertama yaitu kewajiban terbatas, adalah kewajiban yang tanggung jawabnya diberlakukan kepada setiap orang, sama, tidak dibeda bedakan. Contohnya undang undang larangan mencuri, membunuh, yang konsekuensinya tentu diberlakukan hukuman atas perbuatan tersebut. Kemudian yang kedua yaitu kewajiban tidak terbatas, adalah kewajiban yang tanggung jawabnya berlaku juga untuk semua orang. Namun tanggung jawab terhadap kewajiban ini nilainya lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati, seperti berbuat keadilan dan kebajikan.

1.4 Pengertian Tentang Pengabdian/Pengorbanan
Manusia di dalam hidupnya selaku makhluk Tuhan selain dibebani tanggung jawab, mendapat hak dan juga mempunyai kewajiban, untuk melaksanakan hal-hal tersebut perlu pengabdian, bahkan pengorbanan.

Pengertian pengabdian menurut WJS. Poerwodarminto adalah perihal/hal-hal yang berhubungan dengan mengabdi. Sedangkan mengabdi adalah suatu penyerahan diri, biasanya dilakukan dengan ikhlas, bahkan diikuti pengorbanan. Dimana pengorbanan berarti suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat berupa materi, perasaan, jiwa raga.
Hakekat pengabdian adalah merupakan usaha untuk memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia.

BAB III
KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk kepentingan orang lain ataupun orang banyak.

Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang berlaku.

DAFTAR PUSTAKA


Dicky. Manusia dan tanggung jawab.
http://dicky_funny.tripod.com/tanggungjawab.htm. Diakses pada tanggal 3 November 2011.

M, Yudhi. 2008. Contoh Makalah.
http://yudhim.blogspot.com/2008/01/contoh-makalah.html. Diakses pada tanggal 3 November 2011.

I Komang, Sugiarat., 2011. Manusia Dan Tanggung Jawab
http://sugiartha26.wordpress.com/2011/04/16/9-manusia-dan-tanggung-jawab/. Diakses pada tanggal 8 November 2011

Infrastruktur AI Berdaulat di Indonesia yang dikembangkan oleh Indosat dan NVIDIA

www.masizz41.blogspot.com Kamis, 29 Februari 2024 Dalam perkembangan Artificial Inteligence (AI) pada skala global, Indosat Ooredoo Hutchi...